Jumat, 13 Maret 2020

Resume Sinopsis


RESUME FILM “TAARE ZAMEEN PAR”




 Oleh : Arobi

            Film ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Ishaan Nandkishore Awasthi. Ishaan adalah seorang anak berumur delapan tahun yang sedang duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar. Dia banyak merasa kesulitan dengan berbagai mata pelajaran dan dia sering mengalami kegagalan dalam ujian sekolahnya. Dengan segala kelemahan yang ada pada diri Ishaan, dia menjadi korban bullying oleh teman-temannya, bahhkan gurunya pun ada yang menghinanya.
            Ayah Ishaan, Nandkishore Awasthi adalah seorang eksekutif yang sibuk dan sukses. Ayahnya selalu mengharapkan Ishaan dapat melakukan yang terbaik seperti kakaknya yang sangat berprestasi di sekolah. Sedangkan ibunya, Maya Awasthi adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang akhirnya merasa sedih dan bingung karena merasa gagal mendidik dan membantu Ishaan menghadapi masalahnya (Disleksia). Ishaan memiliki seorang kakak yang bernama Yohaan, yang merupakan seorang pelajar yang sangat berprestasi dan selalu di bangga-banggakan kedua orang tuanya dibandingkan Ishaan.
            Ishaan merupakan seorang anak yang tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolahnya dengan baik, dia di cap sebagai anak yang bodoh dan nakal. Tidak hanya itu, Ishaan juga memiliki kesulitan dalam membaca maupun menulis, dia kesulitan mengenal huruf misalnya sulit membedakan “huruf b” dengan “huruf d”. Dia juga susah membedakan suku kata yang bunyinya hamper sama, misalnya “Top” dengan “Pot”. Bukan hanya itu, dia juga sering menulis huruf terbalik. Karena kekurangannya dia sering mendapatkan nilai buruk di sekolah dan tidak pernah mengerjakan PR sehingga para guru pun menghukumnya. Meski begitu, Ishaan memiliki kelebihan yaitu melukis.
            Pada puncaknya Ishaan dimasukkan ke asrama karena ketahuan bolos sekolah dan berjalan-jalan sendirian keliling kota. Namun tak ada perubahan berarti meskipun Ishaan telah pindah ke asrama. Dia bahkan sering menerima hukuman dari gurunya karena tidak bisa mengikuti aturan yang ada. Ishaan sebenarnya sudah berusaha namun semakin dia berusaha maka dia semakin bingung karena dia merasa huruf itu menari-nari di kepalanya. Karena tekanan yang dia terima dari guru dan ejekan dari teman-temannya, Ishaan pun tidak mau melukis lagi.
            Kemudian datang seorang guru kesenian pengganti sementara yang bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru baru ini mempunyai cara mendidik yang baru, Ram membuat mereka berpikir keluar dari buku-buku dan imajinasi mereka. Setiap anak di kelasnya merespon dengan antusias yang besar kecuali Ishaan. Ram kemudian berusaha untuk memahami Ishaan dan masalah-masalahnya. Ram menyadari bahwa Ishaan menderita penyakit disleksia, sebuah kesulitan dalam membaca, menulis dan menghitung. Ram menyadari kondisi Ishaan karena dulunya ia pun mengalami gejala disleksia. Padahal, sebenarnya seseorang yang mengalami disleksia memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi. Jika tak diasah dengan kesabaran dan keterampilan dalam mendidik, maka sang anak akan terus terjerat dalam ketidaktahuan dalam membaca dan menulis. Ia mecontohkan tokoh-tokoh dunia yang mengalami disleksia sehingga melejitkan semangat Ishaan dalam belajar. Dengan waktu, kesabaran dan perawatan Ram berhasil dalam mendorong tingkat kepercayaan Ishaan. Dia membantu Ishaan dalam mengatasi masalah pelajarannya dan kembali menemukan kepercayaan yang hilang. Ia mampu mengajak anak didiknya itu memahami dan menyeberangi lautan ilmu dengan proses yang menyenangkan.
            Ram pulalah yang menyadarkan orang tua Ishaan bahwa anaknya mengalami disleksia. Setelah menemui orang tua Ishaan, Ram kemudian memohon kepada Kepala Sekolah (asrama) agar Ishaan diberikan kemudahan dan tidak dikeluarkan. Dimana ia nantinya yang akan membantu Ishaan agar dapat membaca dan juga menulis. Kemudian untuk meningkatkan kepercayaan diri Ishaan dan memperlihatkan kelebihan Ishaan dalam melukis, Ram mengadakan lomba melukis bagi guru dan murid di asrama tersebut.
            Ishaan keluar sebagai pemenang. Hasil lukisannya dan juga lukisan Nikumbh dipakai sebagai sampul buku tahunan sekolah tersebut. Selain itu di akhir sekolah, nilai-nilai Ishaan pun tidak lagi di bawah rata-rata. Ia sudah mampu bersaing dengan teman-temannya.

KESAN POSITIF & NEGATIF DARI FILM
Kesan positif yang ditangkap dari film ini adalah film ini mampu menceritakan lika-liku kehidupan seorang anak penderita disleksia dengan segala macam masalah lainnya. Selain itu, dalam film ini pun kita diperlihatkan cara seorang guru yang berusaha untuk mengenal siswa yang mengalami kesulitan belajar lebih dalam. Ram telah melakukan berbagai macam cara untuk membuat orang lain yang berada di sekitar Ishaan memahami kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri Ishaan, terutama ke keluarga Ishaan (orangtua dan kakaknya). Ram juga melakukan berbagai cara kreatif ketika dia mengajar di kelas. Membuat para penonton menjadi terharu dan terbawa emosinya selama menonton film ini. Selain itu, dari film ini diketahui bahwa hal mendasar yang harus dilakukan oleh orang-orang terdekat anak yang mengalami disleksia adalah dengan mendekati mereka, merangkul mereka, agar mereka tetap merasa disayangi dan tidak kehilangan rasa percaya diri mereka.
Sedangkan kesan negatif yang ada adalah di beberapa adegan terasa terlalu lama dan bertele-tele, sehingga menimbulkan sedikit kejenuhan.

PESAN MORAL 
Film ini mengandung pesan moral yang sangat kuat. Dalam film ini kita bisa lihat bahwa peran orang tua sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Peran guru pun tak kalah pentingnya sebagai orang tua kedua bagi anak. Setiap anak pastilah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki kemampuan, bakat, dan impian yang berbeda beda. Sebagai orang tua hendaknya mendukung agar anak dapat berkembang menurut bakat alami yang ada dalam diri mereka bukan dengan paksaan dan ambisi dari orang tua. Karena setiap anak adalah spesial.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar